hmmm, unsri adalah akronim dari Universitas Sriwijaya dimana berlokasi di Daerah Sumatera Selatan yang memiliki dua lokasi kampus yakni kampus Palembang dan kampus Indralaya. terlepas terdapat dua kampus, inti Unsri tersebut berada di Kampus Indralaya, karena seluruh mahasiswa Unsri dikukuhkan dan di tamatkan di Indralaya.
Mengapa saya ngebahas masalah batu bara. pasti jika yang tidak tahu akan bertanya kenapa dengan unsri ? batu bara apa hubungannya ?
let's discuss..
Maraknya penambangan batu bara yang terjadi dikawasan sumatera selatan dan sekitarnya berimbas dengan lajunya sitem transportasi darat jalur lintas kota/kabupaten sumatera selatan dan bertepatan dengan jalur transportasi darat menuju kampus universitas Sriwijaya Indralaya. sebenenya menurut info yang beredar batubara tersebut milik persusahaan swasta, bukan milik BUMN. apabila milik BUMN jalur transportasinya melalui mekanisme kereta.
yang jadi masalah dari truk batubara itu yaitu 1. banyak ; 2. konfoi; 3. kurang hati". 3 masalah tersebut penyebab utama kemacetan lalu lintas di kawasan Jalan Lintas Timur Palembang-Indralaya.
banyaknya truk batu bara yang melintas tersebut membuat semakin padatnya lalu lintas, dan tak jarang truk batu bara yang konfoi secara beregu membuat semakin pelannya jalan yang berakibat pada lalu lintas yang lemah terhadap waktu. akibat dari truk batu bara yang kurang hati-hati menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas dan tidak hannya itu, akibatnya pun pada KEMACETAN.
yah, itulah kata kuncinya yakni kemacetan. kemacetan yang disebabkan akibat truk-truk yang melintas terlalu banyak dan kurang hati-hati menjadi penyebab dari kemacetan kawasan tersebut. mungkin bukan cuma saya yang merasa capek ataupun lelah menghadapi kemacetan akan tetapi sebagian besar mahasiswa unsri pun mengalami perasaan yang sama.
menurut info yang beredar bahwa rektor universitas sriwijaya tercinta telah mengadakan pertemuan dan sedikit perjanjian kepada pihak-pihak perusahaan batubara sebagai penyebab utama disamping truk-truk lainnya yang mana sebagai sebab pendukung. akan tetapi perjanjian-perjanjian yang telah disepakati cenderung lebih sering dilanggar oleh pihak-pihak tersebut.
overall waktu yang ditempuh mahasiswa dan dosen unsri dari palembang menuju indralaya ataupun sebaliknya bertambah panjang seiring dengan seringnya terjadinya kemacetan ataupun hal-hal lainnya. dan juga waktu tempuh tersebut tekadang semakin tak terduga(unpredictable) saja.
aku adalah aku... aku tidak akan menjadi seperti orang lain karena aku adalah aku.
Senin, 06 Juni 2011
Sabtu, 04 Juni 2011
Helikopter di Monumen Nasional
Monumen Nasional, Helikopter

yah itulah foto saya saat saya berada di kawasan lapangan monumen nasional pada desember 2010 silam. saya bersama ke3 teman saya yang awal mulanya hannya ingin ke monumen nasional (red:monas) tetapi kami dihadapkan dengan suasana yang berbeda. pagi hari itu saya gak tau pasti acara apa yang jelas itu ada acara upacara segala yang dihadi oleh ratusan lebih bahkan ribuan anggota polri yang ada lapangan monumen nasional tersebut. gk ketiggalan juga pemimpin besar dari institusi pemerintahan tersebut hadir dalam upacara yang saya gk tau pasti upaca apaan itu.
back to topic. para wisatawan yang ingin berkunjung ke monumen nasional belum diizinkan masuk ke area monumen nasional sebelum upacara tersebut selesai. sembari menunggu kami hannya mengitari daerah-daerah kawasan lapangan monumen tersebut.
saya terlihat 2 helikopter tak jauh dari tumpua kami. akhirnya kami mencoba untuk mendekatkan diri ke helikopter tersebut. ada beberapa orang yang mencoba berfoto dari jauh bersama helikopter tersebut. dan ada juga yang berani berfoto lebih dekat lagi, dan akhirnya kami memberanikan diri untuk berfoto dekat dengan helikopter tersebut. dan hasilnya. tidak ada yang marah. hhoo..
satu hal yang paling saya iri dengan orang yang bisa berfoto di dalam helikopter tersebut. yak, orang tersebut bergaya bak sedang megendarai helikopter tersebut. yah pada saat giliran kami, helikopter tersebut di serbu oleh gerombolan anak SD yang juga ingin masuk ke helikoptr tersebut dan ingin berfoto bak "orang tadi"
yah finally sang pilot helikopter tersebut jadi menutuprapat-rapat helikopternya dan kami cuma bisa berfoto dari luar. hhuu. sungguuhh orang itu sangat beruntung yah..
negligence in the "night"
siapa yang sangka kalau malam itu adalah malam terkhir saya untuk memiliki ex-HP saya seutuhnya, saya tidak disangka-sangka dan berlalu begitu saja setelah saya menyadari lenyapnya ex-HP dari kantong saya. lokasi pastinya pun saya tak tahu di mana ex-HP saya itu hilang. mungkin terjatuh, atau mungkin tidak terjatuh tetapi tidak dikembalikan.
Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. rentetan kata-kata itulah yang tepat untuk saya pada malam hari itu. saya tidak bisa berbuat banyak, usaha pun saya telah lakukan toh hasilnya sama saja. nol besar (0). mau gimana lagi jadi, mau nangis gk mugkin kali yah, mau sedih itu pasti, kalu terlalu sedih sih gak, soalnya barangnya juga udah gk ada jadi mau gimana lagi.
back to malam itu, yah jadi gk sampai 5 menit dirumah saya udah sadar jika ada sesuatu yang kurang yang ada di kantong saya. waktu saya periksa, yah benar sekali dugaan saya. HP saya telah raip dari kantong saya. zeerrr.. cruuuttt.. beerrrr.. *terdiam*.
saya coba melaju ke jalan dan tempat terakhir yang saya kunjungi dan saya coba tanya ke orang-orang sekitar tersebut dan akhirnya tetap saja gak ada. disepanjang jalan yang saya lewati saya amati ditengah kegelapan malam itu.
mungkin itu sudah bukan milik saya lagi dan ex-HP itu mungkin sudah ingin hengkang dari hidup saya.. yah yang jadi masalah utama adalah bagaimana saya ngejelasin ke orang tua, bagaimana saya bisa kehilangan semua database yang terkumpul di ex-HP saya tersebut, dan yang terakhir adalah bagaimana saya bisa gk pake nomor HP saya untuk saat ini..
saya juga gk bisa nyalahin orang lain. itu terjadi mutlak dan murni atas kesalahan saya sendiri akibat dri negligence saya yang sangat saya sesali itu. hhuft!
mungkin udah nasib kali yah.. hopefully I can be bought a new HP more than my ex-HP.
bukan curcol yah, tp cuma ingin nyalurin unek-unek aja..
Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. rentetan kata-kata itulah yang tepat untuk saya pada malam hari itu. saya tidak bisa berbuat banyak, usaha pun saya telah lakukan toh hasilnya sama saja. nol besar (0). mau gimana lagi jadi, mau nangis gk mugkin kali yah, mau sedih itu pasti, kalu terlalu sedih sih gak, soalnya barangnya juga udah gk ada jadi mau gimana lagi.
back to malam itu, yah jadi gk sampai 5 menit dirumah saya udah sadar jika ada sesuatu yang kurang yang ada di kantong saya. waktu saya periksa, yah benar sekali dugaan saya. HP saya telah raip dari kantong saya. zeerrr.. cruuuttt.. beerrrr.. *terdiam*.
saya coba melaju ke jalan dan tempat terakhir yang saya kunjungi dan saya coba tanya ke orang-orang sekitar tersebut dan akhirnya tetap saja gak ada. disepanjang jalan yang saya lewati saya amati ditengah kegelapan malam itu.
mungkin itu sudah bukan milik saya lagi dan ex-HP itu mungkin sudah ingin hengkang dari hidup saya.. yah yang jadi masalah utama adalah bagaimana saya ngejelasin ke orang tua, bagaimana saya bisa kehilangan semua database yang terkumpul di ex-HP saya tersebut, dan yang terakhir adalah bagaimana saya bisa gk pake nomor HP saya untuk saat ini..
saya juga gk bisa nyalahin orang lain. itu terjadi mutlak dan murni atas kesalahan saya sendiri akibat dri negligence saya yang sangat saya sesali itu. hhuft!
mungkin udah nasib kali yah.. hopefully I can be bought a new HP more than my ex-HP.
bukan curcol yah, tp cuma ingin nyalurin unek-unek aja..
Jumat, 03 Juni 2011
Implementasi Nilai Hukum dan Moral
Secara Sederhana Implementasi diartikan sebagai penerapan ataupun pelaksanaan. Dalam Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa implementasi bukan sekadar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Esensinya implementasi adalah suatu proses, suatu aktivitas yang digunakan untuk mentransfer ide/gagasan, program atau harapan-harapan yang dituangkan dalam bentuk pelaksanaan. Pelaksanaan implementasi dalam hal ini didasarkan paa moral, nilai dan hukum.
Dalam implementasi sebuah nilai, diperlukan suatu media yang berperan dlam proses penerapan ataupun pelaksaanaan nilai-nilai tersebut. Isu lain yang penting sebelum membahas nilai adalah tentang isi (content) dari berbagai nilai yang dianut manusia. Berdasarkan kajiannya atas berbagai teori dari para ahli mengenai nilai, Schwartz melihat tidak satupun dari teori tersebut yang berupaya mengklasifikasikan isi atau muatan (content) dari berbagai nilai yang dianut oleh individu (Schwartz, 1994). Schwartz kemudian berupaya untuk mengklasifikasikan nilai-nilai berdasarkan muatannya yang kemudian disebut dengan tipe nilai. Dengan mempertimbangkan universalitas, isi maupun struktur nilai yang telah dikembangkan Schwartz, nilai tidak terlepas dari aspek lain yang juga terkait dengan nilai, terutama menyangkut kaitan nilai dengan variabel lain seperti keyakinan, sikap dan tingkah laku.
Jadi, dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai, nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme, motif sosial (interaksi), dan tuntutan institusi social. Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. Sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence, tradition, conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power, achievement, hedonism, stimulation, self-direction), atau kedua-duanya (universalism, security).
Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua, agama, kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik.
Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‘diinginkan’, di mana ‘lebih diinginkan’ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku. ‘Lebih diinginkan’ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku, dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya.
Sebagaimana terbentuknya, nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah, yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya, masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu, maka nilai menjadi tahan lama dan stabil. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap, walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. Salah satunya adalah apabila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap.
Menurut pakar sosial menyebutkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu, dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. Pemahaman tentang nilai tidak terlepas dari pemahaman tentang bagaimana nilai itu terbentuk. Nilai merupakan representasi kognitif dari tiga tipe persyaratan hidup manusia yang universal, yaitu :
1. kebutuhan individu sebagai organisme biologis
2. persyaratan interaksi sosial yang membutuhkan koordinasi interpersonal
3. tuntutan institusi sosial untuk mencapai kesejahteraan kelompok dan kelangsungan hidup kelompok
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat. Bila kita membandingkan dengan arti kata ‘etika’, maka secara etimologis, kata ’etika’ sama dengan kata ‘moral’ karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan,adat. Dengan kata lain, kalau arti kata ’moral’ sama dengan kata ‘etika’, maka rumusan arti kata ‘moral’ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu ‘etika’ dari bahasa Yunani dan ‘moral’ dari bahasa Latin.
Moralitas (dari kata sifat Latin moralis) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan ‘moral’, hanya ada nada lebih abstrak. Berbicara tentang “moralitas suatu perbuatan”, artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.
Antara nilai dan moral memiliki suatu keterkaitan yang tinggi dalam pengembangan diri antara lain :
1 Kepercayaan kepada Tuhan
Keyakinan wujudnya Tuhan sebagai pencipta alam dan mematuhi segala
suruhan-Nya berlandaskan pegangan agama masing-masing selaras
dengan prinsip Rukun Negara.
2 Amanah
Sikap bertanggungjawab yang boleh menimbulkan kepercayaan dan
keyakinan orang lain.
3 Harga diri
Keupayaan dan keyakinan diri agar mampu memuliakan dan menjaga
maruah diri dalam kehidupan.
4 Bertanggungjawab
Kesanggupan diri seseorang untuk memikul dan melaksanakan tugas serta
kewajipan dengan sempurna.
6 Toleransi
Kesanggupan bertolak ansur, sabar dan mengawal diri bagi mengelakkan
berlakunya pertelingkahan dan perselisihan faham demi kesejahteraan
hidup.
7 Berdikari
Kebolehan dan kesanggupan melakukan sesuatu tanpa bergantung kepada
orang lain.
8 Kerajinan
Usaha yang berterusan penuh dengan semangat ketekunan, kecekalan,
kegigihan, dedikasi dan berdaya maju dalam melakukan sesuatu perkara.
9 Kasih sayang
Kepekaan dan perasaan cinta yang mendalam serta berkekalan yang lahir
daripada hati yang ikhlas.
10 Keadilan
Tindakan dan keputusan yang saksama serta tidak berat sebelah
Dari segi Implementasi pada hukum, Pelaksanaan Hukum yang transparan dan terbuka di satu sisi dapat menekan dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh tindakan oleh masyarakat sekaligus juga meningkatkan dampak positif dari aktifitas masyarakat, hukum pada dasarnya memastikan munculnya aspek-aspek positif dari kemanusiaan dan menghambat aspek negatif dari kemanusiaan. Penerapan hukum yang ditaati dan diikuti akan menciptakan ketertiban dan memaksimalkan ekspresi potensi masyarakat.
Hukum adalah asas-asas kebenaran yang bersifat kodrati dan berlaku universal. Selain itu, hukum juga dapat diartikan sebagai pola-pola perilaku sosial yang terlembagakan, eksis sebagai variable sosial yang empirik.
Terdapat dua fungsi yang dapat dijalankan oleh hukum di masyarakat yaitu sebagai sarana kontrol sosial dan sarana untuk melakukan sosial engineering. Sebagai sarana kontrol sosial hukum berfungsi untuk menjaga agar masyarakat tetap pada pola-pola dan keadaan dimana tingkah laku yang telah diterima mereka. Dalam peranannya yang demikian ini, hukum hannya mempertahankan saja apa yang telah ada pada masyarakat. Disisi lain fungsi hukum yakni sebagai sosial engineering menyebutkan bahwa aspek hukum haruslah dipengaruhi pada suatu masyarakat.
Akan tetapi dalam suatu pernyataan yang menyebutkan bahwa hukum berubah manakala masyarakat berubah. Hal ini dapat diartikan sebagai perkembangan hukum harus mampu mengikuti dan memenuhi suatu tuntutan dari masyarakat. Hukum itu sendiri berarti dipengaruhi oleh aspek-aspek yang terkait pada hukum tersebut.
Implementasi nilai moral dan hukum dapat diterapkan sesuai dengan pribadi masing-masing yang mana dapat mengartikan sebuah nilai adalah sesuatu yang harus dicapai dan moral adalah tingkah laku yang ada pada diri kita untuk meraih sebuah nilai dan hukum adalah norma-norma ataupun aturan-aturan yang ditujukan kepad suatu individu apabila melakukan pelanggaran moral.
Dalam implementasi sebuah nilai, diperlukan suatu media yang berperan dlam proses penerapan ataupun pelaksaanaan nilai-nilai tersebut. Isu lain yang penting sebelum membahas nilai adalah tentang isi (content) dari berbagai nilai yang dianut manusia. Berdasarkan kajiannya atas berbagai teori dari para ahli mengenai nilai, Schwartz melihat tidak satupun dari teori tersebut yang berupaya mengklasifikasikan isi atau muatan (content) dari berbagai nilai yang dianut oleh individu (Schwartz, 1994). Schwartz kemudian berupaya untuk mengklasifikasikan nilai-nilai berdasarkan muatannya yang kemudian disebut dengan tipe nilai. Dengan mempertimbangkan universalitas, isi maupun struktur nilai yang telah dikembangkan Schwartz, nilai tidak terlepas dari aspek lain yang juga terkait dengan nilai, terutama menyangkut kaitan nilai dengan variabel lain seperti keyakinan, sikap dan tingkah laku.
Jadi, dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai, nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme, motif sosial (interaksi), dan tuntutan institusi social. Ketiga hal tersebut membawa implikasi terhadap nilai sebagai sesuatu yang diinginkan. Sesuatu yang diinginkan itu dapat timbul dari minat kolektif (tipe nilai benevolence, tradition, conformity) atau berdasarkan prioritas pribadi / individual (power, achievement, hedonism, stimulation, self-direction), atau kedua-duanya (universalism, security).
Nilai individu biasanya mengacu pada kelompok sosial tertentu atau disosialisasikan oleh suatu kelompok dominan yang memiliki nilai tertentu (misalnya pengasuhan orang tua, agama, kelompok tempat kerja) atau melalui pengalaman pribadi yang unik.
Nilai sebagai sesuatu yang lebih diinginkan harus dibedakan dengan yang hanya ‘diinginkan’, di mana ‘lebih diinginkan’ mempengaruhi seleksi berbagai modus tingkah laku yang mungkin dilakukan individu atau mempengaruhi pemilihan tujuan akhir tingkah laku. ‘Lebih diinginkan’ ini memiliki pengaruh lebih besar dalam mengarahkan tingkah laku, dan dengan demikian maka nilai menjadi tersusun berdasarkan derajat kepentingannya.
Sebagaimana terbentuknya, nilai juga mempunyai karakteristik tertentu untuk berubah. Karena nilai diperoleh dengan cara terpisah, yaitu dihasilkan oleh pengalaman budaya, masyarakat dan pribadi yang tertuang dalam struktur psikologis individu, maka nilai menjadi tahan lama dan stabil. Jadi nilai memiliki kecenderungan untuk menetap, walaupun masih mungkin berubah oleh hal-hal tertentu. Salah satunya adalah apabila terjadi perubahan sistem nilai budaya di mana individu tersebut menetap.
Menurut pakar sosial menyebutkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu, dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. Pemahaman tentang nilai tidak terlepas dari pemahaman tentang bagaimana nilai itu terbentuk. Nilai merupakan representasi kognitif dari tiga tipe persyaratan hidup manusia yang universal, yaitu :
1. kebutuhan individu sebagai organisme biologis
2. persyaratan interaksi sosial yang membutuhkan koordinasi interpersonal
3. tuntutan institusi sosial untuk mencapai kesejahteraan kelompok dan kelangsungan hidup kelompok
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat. Bila kita membandingkan dengan arti kata ‘etika’, maka secara etimologis, kata ’etika’ sama dengan kata ‘moral’ karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan,adat. Dengan kata lain, kalau arti kata ’moral’ sama dengan kata ‘etika’, maka rumusan arti kata ‘moral’ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu ‘etika’ dari bahasa Yunani dan ‘moral’ dari bahasa Latin.
Moralitas (dari kata sifat Latin moralis) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan ‘moral’, hanya ada nada lebih abstrak. Berbicara tentang “moralitas suatu perbuatan”, artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.
Antara nilai dan moral memiliki suatu keterkaitan yang tinggi dalam pengembangan diri antara lain :
1 Kepercayaan kepada Tuhan
Keyakinan wujudnya Tuhan sebagai pencipta alam dan mematuhi segala
suruhan-Nya berlandaskan pegangan agama masing-masing selaras
dengan prinsip Rukun Negara.
2 Amanah
Sikap bertanggungjawab yang boleh menimbulkan kepercayaan dan
keyakinan orang lain.
3 Harga diri
Keupayaan dan keyakinan diri agar mampu memuliakan dan menjaga
maruah diri dalam kehidupan.
4 Bertanggungjawab
Kesanggupan diri seseorang untuk memikul dan melaksanakan tugas serta
kewajipan dengan sempurna.
6 Toleransi
Kesanggupan bertolak ansur, sabar dan mengawal diri bagi mengelakkan
berlakunya pertelingkahan dan perselisihan faham demi kesejahteraan
hidup.
7 Berdikari
Kebolehan dan kesanggupan melakukan sesuatu tanpa bergantung kepada
orang lain.
8 Kerajinan
Usaha yang berterusan penuh dengan semangat ketekunan, kecekalan,
kegigihan, dedikasi dan berdaya maju dalam melakukan sesuatu perkara.
9 Kasih sayang
Kepekaan dan perasaan cinta yang mendalam serta berkekalan yang lahir
daripada hati yang ikhlas.
10 Keadilan
Tindakan dan keputusan yang saksama serta tidak berat sebelah
Dari segi Implementasi pada hukum, Pelaksanaan Hukum yang transparan dan terbuka di satu sisi dapat menekan dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh tindakan oleh masyarakat sekaligus juga meningkatkan dampak positif dari aktifitas masyarakat, hukum pada dasarnya memastikan munculnya aspek-aspek positif dari kemanusiaan dan menghambat aspek negatif dari kemanusiaan. Penerapan hukum yang ditaati dan diikuti akan menciptakan ketertiban dan memaksimalkan ekspresi potensi masyarakat.
Hukum adalah asas-asas kebenaran yang bersifat kodrati dan berlaku universal. Selain itu, hukum juga dapat diartikan sebagai pola-pola perilaku sosial yang terlembagakan, eksis sebagai variable sosial yang empirik.
Terdapat dua fungsi yang dapat dijalankan oleh hukum di masyarakat yaitu sebagai sarana kontrol sosial dan sarana untuk melakukan sosial engineering. Sebagai sarana kontrol sosial hukum berfungsi untuk menjaga agar masyarakat tetap pada pola-pola dan keadaan dimana tingkah laku yang telah diterima mereka. Dalam peranannya yang demikian ini, hukum hannya mempertahankan saja apa yang telah ada pada masyarakat. Disisi lain fungsi hukum yakni sebagai sosial engineering menyebutkan bahwa aspek hukum haruslah dipengaruhi pada suatu masyarakat.
Akan tetapi dalam suatu pernyataan yang menyebutkan bahwa hukum berubah manakala masyarakat berubah. Hal ini dapat diartikan sebagai perkembangan hukum harus mampu mengikuti dan memenuhi suatu tuntutan dari masyarakat. Hukum itu sendiri berarti dipengaruhi oleh aspek-aspek yang terkait pada hukum tersebut.
Implementasi nilai moral dan hukum dapat diterapkan sesuai dengan pribadi masing-masing yang mana dapat mengartikan sebuah nilai adalah sesuatu yang harus dicapai dan moral adalah tingkah laku yang ada pada diri kita untuk meraih sebuah nilai dan hukum adalah norma-norma ataupun aturan-aturan yang ditujukan kepad suatu individu apabila melakukan pelanggaran moral.
My Profile (About Me)
Mr Zhukizhuki
* Jenis Kelamin: Pria
* Tanda Astrologi: Libra
* Lokasi: Cambridge : Cambridgeshire : Kerajaan Inggris
Mengenai Saya
aku adalah aku. aku akan menjadi aku, tidak untuk dia, mereka, ataupun kamu. kerena aku adalah aku.
Minat
* adventuring
* travelling
* & speaking
FB : http://www.facebook.com/ahmad.marzuki
Twitter : @zhukizhuki
YM : zhuc_qh13
Film Favorit
* Ayat-Ayat Cinta
* Transformers
* Green Hornet
* Transporter
* Fast Furious
Musik Favorit
* Pop
* Blues
* R&B
* Rock
Buku Favorit
* I don't like reading book
Mental Juara ?

Pengaruh Mental Juara Bisa Terlihat Dalam Sebuah Kompetisi.
Quote:
Saya seringkali menonton sepak bola dan mengikuti kompetisinya. Yang cukup menarik ialah bagaimana peran mental juara terhadap keberhasilan sebuah tim. Ternyata, memiliki pemain dengan keterampilan yang mumpuni saja tidak cukup.
Seringkali sebuah tim bertabur bintang tidak bisa menjadi juara, bukan karena masalah kemampuan fisik tetapi justru karena hilangnya mental juara.
Pengaruh mental pada pertandingan memang dengan mudah bisa kita lihat. Misalnya dalam pertandingan sepak bola, tuan rumah selalu memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan saat bertamu karena mendapatkan dukungan mental dari penonton. Ini menunjukkan bahwa peran mental juara dalam sebuah pertandingan sangat besar.
Mental Juara Bukan Untuk Olah Raga Saja
Quote:
Tentu saja, yang dimaksud mental juara itu bukanlah dalam bidang olah raga saja. Bukan dalam pertandingan saja, tetapi juga untuk berbagai bidang lainnya.
Mental Juara Diperlukan Dalam Karir
Quote:
Yup, jika Anda ingin memiliki karir yang sukses, langkah pertamanya adalah Anda harus membangun mental juara. Banyak karyawan dengan potensi yang luar biasa, tetapi karena tidak memiliki mental juara, maka semua potensinya terabaiknya. Dia tidak tidak mau memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya sehingga tidak menjadi yang terbaik.
Juara Dalam Bisnis = Untung Besar
Quote:
Jika Anda memiliki produk atau jasa juara, maka produk dan jasa Anda akan lari manis. Jika Anda memasarkan produk dengan cara juara (baca yang terbaik) maka dia pun akan mendapatkan hasil yang terbaik. Siapa pun suka yang terbaik. Jika Anda terbaik dalam bisnis Anda, maka otomatis Anda akan mendapatkan untung yang terbaik.
Juara Sejati Memiliki Sikap Sportif
Quote:
Tentu saja, yang dimaksud disini bukan cara meraih juara dengan menghalalkan segala cara. Seorang juara sejati akan selalu bertindak sportif. Apa jadinya jika kita juara tetapi didapat dengan cara yang tidak baik? Maka sesungguhnya gelar juara akan terasa semua. Anda tidak benar-benar juara, hanya secara resmi saja.
Berlaku curang, sikut kiri sikat kanan, dan mencuri start bukanlah sikap seorang juara sejati. Juara sejati berusaha untuk menjadi yang terbaik, bukan sekedar mencari gelar juara. Selalu ingin menjadi yang terbaik adalah mental juara yang benar, bukan sekedar mendapatkan gelar, penghargaan, bonus, atau piala.
Mulailah Dengan Percaya Diri
Quote:
Salah satu mental juara itu adalah percaya diri. Dia yakin bahwa dia mampu menjadi juara. Hanya orang yang percaya dirilah yang berani masuk gelanggang untuk bertanding. Percaya dirilah yang akan menjadi dia bertindak dengan cara yang terbaik.
Juara Itu Bukan Berarti Sombong
Quote:
Seorang juara sejati akan bertindak, kemudian melakukan apa yang dia lakukan sebaik mungkin. Bukan dengan cara hanya omdo (omong doank) sambil menjatuhkan dan menjelekan lawannya. Sikap seperti ini sama sekali tidak menggambarkan mental juara. Justru, sikap sombong datang karena dia tidak percaya diri menjadi juara. Dia akan berusaha menjatuhkan lawan dengan omongan supaya dia dianggap juara.
Juara Sejati Mengakui dan Menerima Kekalahan
Quote:
Dia tahu, bahwa kekalahan bukanlah kiamat. Mungkin dia tidak menjadi juara pada pertandingan kali ini. Tetapi dia tidak berhenti, dia mengambil hikmah sehingga pada pertandingan berikutnya dia bisa tampil lebih baik lagi. Dia tidak menyesal, tidak terpukul, dan tidak juga menyalahkan lawan. Menyalahkan lawan hanya akan menutup mata kita melihat kekurangan diri untuk diperbaiki.
Apakah Anda memiliki mental juara? Apakah Anda ingin membangun mental juara?
Repost via #kaskus :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8685277
S A H A B A T
penggabunagn dari keegoisan diri masing-masing, dari keserakahan hati kami, dari kesombongan, kebencian, amarah, dari perbedaan-perbedaan itulah kami menyatu dalam sebuah PERSAHABATAN..
sebuah ikatan tanpa tali yang dapat menyatukan apapun,
yang lebih kokoh dari pada sebuah bangunan baja,
yang lebih indah dari sebuah pemandangan,
yang lebih tajam dari sebuah pedang,
yang lebih panas dari sebuah bara api,
yang lebih sejuk dari sebuah salju
dan mungkin kami bisa saja lebih rapuh dari sebuah kayu yang habis dimakan rayap,
seperti itu juga kami, yang bisa habis dimakan oleh waktu dan perubahan zaman.
Tapi apa kami se-bodoh itu? rela menghancurkan ikatan yang susah payah kami bangun?? TIDAAKKK!!! kami bukanlah manusia yang egois!! kami bersatu demi sahabat, atas nama sahabat, dan kami takkan pernah memutuskan ikatan itu,,,,
SAHABAT ......
Setia dalam suka maupun duka
Memiliki arti penting dalam segala hal
Tempat mencurahkan Isi Hati
Melindungi dari kehancuran
Menyejukkan pada setiap suasana
Membantu dalam kesulitan
Memberi tahu apabila tidak tahu
dan segalanya butuh SAHABAT
SAHABAT MEMANG SEGALANYA
sebuah ikatan tanpa tali yang dapat menyatukan apapun,
yang lebih kokoh dari pada sebuah bangunan baja,
yang lebih indah dari sebuah pemandangan,
yang lebih tajam dari sebuah pedang,
yang lebih panas dari sebuah bara api,
yang lebih sejuk dari sebuah salju
dan mungkin kami bisa saja lebih rapuh dari sebuah kayu yang habis dimakan rayap,
seperti itu juga kami, yang bisa habis dimakan oleh waktu dan perubahan zaman.
Tapi apa kami se-bodoh itu? rela menghancurkan ikatan yang susah payah kami bangun?? TIDAAKKK!!! kami bukanlah manusia yang egois!! kami bersatu demi sahabat, atas nama sahabat, dan kami takkan pernah memutuskan ikatan itu,,,,
SAHABAT ......
Setia dalam suka maupun duka
Memiliki arti penting dalam segala hal
Tempat mencurahkan Isi Hati
Melindungi dari kehancuran
Menyejukkan pada setiap suasana
Membantu dalam kesulitan
Memberi tahu apabila tidak tahu
dan segalanya butuh SAHABAT
SAHABAT MEMANG SEGALANYA
Effect of Married By Accident

Hamil Di Luar Nikah
Hamil diluar nikah sering diartikan yaitu Married by Accident, dan sering disingkat MBA. Hamil diluar nikah merupakan salah satu perbuatan zina. Zina menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah Persetubuhan yang dilakukan oleh bukan suami istri, menurut Kamus Islam zina artinya hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan di luar perkawinan; tindakan pelacuran atau melacur, dan menurut Ensiklopedia Alkitab Masa Kini zina artinya hubungan seksual yang tidak diakui oleh masyarakat.
Sekarang dihadapkan pada masalah setelah hilangnya suatu virginitas lalu timbul masalah baru yaitu KEHAMILAN bagaimana ? apa yang seseorang lakukan apabila mengalami hal ini ? Apa kata orang-orang ? apa Hukuman yang pantas? Apa yang didapatkan ?
Mungkin masih banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban dari kejadian di atas. Tapi yang pasti hamil di luar nikah (MBA) adalah suatu hal yang tidak diinginkan, apalagi diharapkan. Banyak sudah contoh maupun kejadian yang dapat jadikan pelajaran.
Berikut merupakan dampak-dampak yang didapatkan oleh sesorang yang melakukan perbuatan hamil di luar nikah(MBA)

Dampak Kesehatan
Dewasa ini, fenomena hamil di luar nikah begitu marak, dan masyarakat pun sudah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang biasa. Tapi tak terpikirkah di otak kita bahwa sesuatu perbuatan yang tidak baik pasti memiliki dampak dari perbuatan tersebut.
Dampak kesehatan dari fenomena hamil di luar nikah yaitu pasangan tersebut dapat mengidap penyakit seks menular, seperti HIV/AIDS, Gonorhoe, SIPILIS, dan penyakit menular lainnya. Penyakit ini ditimbulkan akibat seseorang yang sering melakukan perbuatan zina dalam konteks berganti-ganti pasangan dalam memenuhi keburtuhan seksual mereka. Penyakit kelamin dapat timbul akibat seseorang bersetubuh dengan orang yang mengidap penyakit kelamin, lalu seseorang tersebut berganti pasangan lain dalam memenuhi kebutuhan seksualnya, sehingga menyebabkan positifnya penyakit kelamin pada seseorang yang sering melakukan hubungan seksual secara bebas.
Dampak kesehatan lain juga dapat timbul seperti,
• Sakit akibat kurangnya gizi yang didapat aklibat stres yang dihadapi karena hamil di luar nikah.
• Janin mengalami gangguan karena calon ibu tidak dalam kondisi sehat optimal
• Dapat mengakibatkan shock karena ia diketahui hamil diluar nikah, sehingga ia tidak memikirkan kesehatannya yang menyebabkan kesehatannya menjadi terganggu.
Dampak Sosial
Bagi seorang gadis yang hamil di luar nikah karena zina, seringkali
menyisakan rasa malu yang dalam. Pada saat mencuat kasus pasangan muda MBA (Married by Accident), yang muncul terlebih dahulu bisa dipastikan adalah cemoohan, ejekan, mungkin juga makian. Tidak hannya itu, bisikan-bisikan, gunjingan sampai cercaan terbuka terlontar dari masyarakat. Tidaklah mengherankan di mana masyarakat merasa ada hal yang kurang selaras dengan kepercayaan mereka dan norma-norma adat.
Gara-gara hamil di luar nikah(MBA) pendidikan yang dijalani pun terpaksa kandas. Dan semua orang tahu, kini ia tidak gadis lagi. Duh, malu…rasanya! Tambah malu lagi bila sang pacar tidak mau mengakui atau bertanggung jawab atas perbuatannya. Bila\begini jadinya, rasanya, habislah sudah masa depannya. Penyesalan pun selalu datang terlambat.Mau kah andaatau keluarga kita mengalami hal ini..? pasti tidak mau kan, makanya jangan berati untuk mendekati zina.
"Keringat"

Keringat, apa yang ada dibenak anda ketika tersiur kata ini. butuh atau malah anda risih ?. suka atau tidak suka keringat adalah salah satu zat hasil dari system ekskresi yang dikeluarkan melalui sel kulit. Untuk sekedar mengingat pelajaran seputar biologi, system ekskresi terdiri dari 4 organ yakni KuPaHatGin diantaranya adalah Kulit yang menghasilkan keringat, Paru-paru yang mengeluarkan zat Karbondioksida (CO2), Hati yang menghasilkan empedu, dan Ginjal yang mengeluarkan sel urin. Oke, Back to the topic. Keringat yang dalam bahasa inggrisnya sweat (klu lupa inget aja pocari sweat yah artinya keringat pocari, lol!) merupakan hasil metabolisme tubuh yang mengandung air dan senyawa garam yang diekskresikan melalui kulit.
Anyway, apakah keringat itu merugikan ? atau malah menguntungkan ?
Let’s discuss

Menurut sebagian besar yang beranggapan keringat itu menguntungkan.
Ehm, dewasa ini semakin banyak orang yang menginginkan tubuhnya untuk enak dipandang dan dilihat dengan cara membuat tubuhnya menjadi ideal (tubuh ideal dapat dihitung dengan cara: tinggi badan – berat badan = 110). Salah satu cara untuk mewujudkan impian untuk membentuk tubuh ideal adalah atur pola makan dan perbanyak olahraga. Lalu apa hubungannya dengan keringat ?. itu pertanyaan yang jawabannya gampang namun tidak cukup gampang untuk dibuktikan. Seseorang yang ingin mengidealkan tubuh ia harus membakar lemak berlebih yang tersimpan di bawah jaringan kulit. Membakar lemak ? pake minyak tanah dan korek api ? (ongok-ongok). Lemak yang dibakar yang terbukti dengan banyaknya keringat yang bercucuran mengindikasikan bahwa seseorng tersebut telah membakar sejumlah lemak yang terdapat dibawah jaringan kulit tersebut. Caranya ? yah mungkin dengan berolahraga jogging, atau yang lebih praktis dan banyak dipilih sebagian orang yakni fitness. Yah fitness. Sebagian orang yang ingin mengidealkan tubuhnya memilih fitness sebagai cara untuk membakar lemak mereka sehingga keringat dapat keluar dengan derasnya dan dibuktikan dengan berat badan mereka yang menurun perlahan. Alternatif ini dipilih karena media ataupun tempat yang nyaman dan tersedia lengkap sesuai dengan yang kita minati sehingga kebanyakan orang mengabil alternative ini.

Oke, lanjut lagi ke keringat. Keringat yang dihasilkan dari pembakaran lemak yang baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja semata-mata merupakan indikasi seseorang tersebut sehat atau tidak/kurang sehat. Maka dari itu keringat dapat juga menguntungkan jika dalam konteks yang sesuai, baik sesuai dengan waktu dan tempat keringat tersebut keluar, maupun ukuran kadar keringat yang keluar.
Next, keringat yang dianggap sebagai parasit atau pengganggu.
Yeah, keringat adalah sesuatu yang tidak ingin ada untuk para hyperhidrosis (red : hyper: berlebihan; hidrosis: cairan)). Gara-gara keringat itulah ada penyakit hyperhidrosis. Hyperhidrosis tersebut yaitu adalah jenis kelainan ataupun penyakit yang berupa keluarnya keringat secara berlebih. mungkin bukan hannya untuk hyperhydrosis melainkan untuk semua orang yang merasa risih akan timbulnya keringat tersebut.
hal-hal yang dapat kita rasakan jika keringat itu mengucur dari tubuh kita :
1. adanya rasa minder karena takut ada aroma yang kurang sedap yang diakibatkan karena kadar keringat yang keluar dari pori-pori kulit
2. merusak PD. yah jujur aja yah, klu keringatan gitu pasti rada-rada kurang pede lah udah rapi-rapi eh tapinya keringetan
3. membuat penampilan kurang sempurna. apa yang ada dibenak kalian jika anda sudah keren + rapi tetapi keringat mengganggu anda ?

4. salah tingkah. tentunya anda pasti salah tingkah juka anda keringatan. karena takut diliat orang atau takut apapunlah..
5. risih. risih atau tidak kalian jika anda keringatan ? pastinya anda akan risih jika anda mengalami keringat berlebih, terlebih ketika anda tidak membutuhkan keringat itu.
6. mungkin banyak lagi kerugian-kerugian yang tidak ingin diharapkan oleh sebagian orang dari "keringat" tersebut
Senin, 30 Mei 2011
menurutmu apa sih tujuan hidup ini? toh juga nantinya akan mati dan berkalang tanah, menurutmu? :)
tujuan hidup ? berjuang semaksimal mungkin mencapai suatu kesuksesan yang sejalan dengan Iman serta menyelaraskan antara dunia dan akhirat. kematian hanyalah kontradiksi dari kelahiran :)
Langganan:
Komentar (Atom)






